Berita Daerah Kesehatan

BKKBN Gelar Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana di Aula SMK Negeri 5 Makassar.

Berita Lennus, Makassar, Sulsel – Anggota DPR RI Komisi IX Ashabul Kahfi membuka acara Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar di Aula SMK Negeri 5 Makassar 17 Desember 2021, Jumat (17/12/2021).

melalui zoomnya, Kahfi menyampaikan pesan pentingnya 4T diantaranya:

  1. Terlalu muda usai melahirkan di bawah 21 tahun
  2. Terlalu rapat jarak kelahiran yakni kurang dari 5 ( lima ) tahun
  3. Terlalu tua usia untuk melahirkan yakni di atas 35 tahun
  4. Telalu sering melahirkan

Ke depan, Kahfi berharap semua keluarga di Indonesia bisa menjalankan keseluruhan fungsi nya dalam membina keluarga menjaid lebi baik lagi. Tentunya membutuhkan usaha yang tidak mudah.

“Karena itu, setiap keluarga harus mampu mempunyai arah dan tujuan ke depan. Semoga keluarga di Indonesia dapat menjadi keluarga yang sejahtera dan berkualitas” paparnya.

Sementara, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera BKKBN Pusat dr. Irma Ardiana menyampaikan, mencegah terjadinya peningkatan prevalensi stunting harus dilakukan pada siklus daur hidup di tahap remaja. Untuk itu, penurunan stunting juga harus melibatkan stakeholder lainnya.

“Mulai dari dunia usaha, universitas dan organisasi profesi, organisasi masyarakat madani, mitra pembangunan, dan media. BKKBN menyatakan adanya potensi pelibatan perguruan tinggi untuk mendukung penurunan stunting di Kabupaten/kota melalui konvergensi di 1000 HPK,” terangnya.

Lebih lanjut, BKKBN juga telah berkolaborasi dan mengimplementasikan ke lintas sektoral program-program yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan keterlibatan universitas untuk membantu tingkat sub nasional dalam literasi dan analisis data.

Disisi lain, perwakilan OPD KB Kota Makassar Muh. Ramli menyampaikan bahwa ketika anak sudah mengalami stunting, perkembangan otak dan tumbuh kembangnya terganggu, fungsinya menjadi tidak optimal.

“Stunting tidak dapat diobati, tapi dapat dicegah,” katanya.

Ramli menambahkan, asupan gizi dan pola pengasuhan anak menjadi penting dalam menentukan intervensi untuk mengurangi angka stunting mulai dari periode 1000 hari pertama kehidupan dari anak.

“Anak harus sangat diperhatikan pola pengasuhannya hingga mencapai usia dua tahun untuk mencegah anak mengalami stunting. Karena apabila sudah mengalami stunting, maka tidak dapat disembuhkan, dampaknya menjadi permanen,” tandasnya.

Berbeda dengan lainnya, Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan, dan Informasi perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan tiga sasaran utama dalam program percepatan yakni calon pengantin, ibu hamil, dan juga keluarga yang memiliki balita.

Pasalnya, ketiga sasaran sosialisai ini adalah penyumbang terbesar pada angka kasus stunting khususnya di Sulawesi Selatan.

“Untuk itu, kami berharap masyarakat peduli bersama terhadap kasus stunting ini. Karena hal ini adalah masalah bersama dan bertugas bersama untuk mengentaskan stunting tersebut untuk generasi lebih baik,” kuncinya,” pungkasnya.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada peserta dan acara ini diakhiri dengan foto bersama. (Edi / Red).

Related posts

Benyamin Lantik 119 Kepala Sekolah se Tangsel

admin@lennus

GERAI VAKSIN TNI POLRI DI MAPOLSEK PAMULANG

admin@lennus

Begini Skema Lalu Lintas Jika Sistem Satu Arah (SSA) Bundaran Unpam – Jalan Otista Ciputat Diterapkan

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.