Berita Daerah Ekonomi Politik

Sistem Rotasi dan Promosi ASN Tangsel Tanpa Meninjau Daftar Urut Kepegawaian.

Berita Lennus, Tangerang Selatan – Karut-marut manajemen birokrasi dalam pelaksanaan rotasi dan promosi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tangsel, menuai respons dari ketua DPC MCI tangsel,”Cecep Anang Hardian. (23/03/2022)

Menurut Cecep Anang Hardian selaku ketua DPC MCI ( media center Indonesia ) tangsel, lemahnya manajemen kepegawaian yang dimiliki Pemerintah Kota Tangsel melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel membuat rotasi dan mutasi pegawai di lingkup Pemkot Tangsel amburadul.

Cecep mengatakan, bila merujuk pada PP No. 13 Tahun 2002 yang mengatur tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Struktural, sistem promosi dan rotasi jabatan ASN yang berjalan selama ini kerap menabrak aturan atau tidak sesuai dengan PP tersebut.

“Ada beberapa kejanggalan dalam rotasi ASN di Pemkot ini, apakah sudah sesuai dengan undang-undang kepegawaian dan sertijab (Serah Terima Jabatan) yg ada di BKSDM? Sangat saya sayangkan rotasi ini terkesan malah tidak memaksimalkan kinerja ASN,” ujar Cecep.

Ketua DPC MCI tangsel ( Cecep Anang Hardian) mengatakan, untuk melakukan rotasi dan promosi ASN, sudah selayaknya bagi BKPSDM untuk melakukan perencanaan yang matang, baik itu dari faktor golongan hingga masa kerja ASN, sehingga data-data bisa diperiksa oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Sebagai contoh, Cecep menambahkan, seorang Camat baru ditempatkan di daerah A, tetapi dalam kurun waktu belum satu tahun dia dipindahkan ke daerah B, namun masih dengan posisi yang sama. Menurutnya hal ini sangat tidak efektif, karena pekerjaan di daerah A saja belum sepenuhnya menghayati atau dituntaskan, kemudian dipindah ke daerah B pada posisi yg sama.

“Kalau seperti ini kan sangat tidak efektif, seperti main-main saja. Lain hal nya kalau dia dipindahkan pada posisi yg beda,” kata ketua MCI tangsel.

Bahkan lebih lanjut menyebutkan, selain contoh yang telah disebutkan, ada beberapa kasus soal karut-marutnya sistem rotasi dan promosi jabatan ASN di Pemkot Tangsel, tanpa meninjau daftar urut kepegawaian

Kondisi seperti ini, kata Cecep, menjadi bukti lemahnya manajemen dari BKPSDM dalam melakukan rotasi dan mutasi bagi ASN se-Kota Tangerang. Padahal, BKPSDM seharusnya dapat menjadi wadah yang netral dalam karier ASN, khususnya di Pemkot Tangsel.

“Bayangkan belum ada satu tahun ini saja hampir terjadi rotasi pegawai sebanyak 2 kali. belum lagi diduga rotasi yang dilakukan secara diam-diam. Buat saya ini aneh, rotasi dan promosi ini seperti barang mainan saja,” ujar ketua DPC MCI tangsel

Disisi lain Faisal ws tokoh muda ciputat menambahkan, jangan sampai rotasi dan promosi jabatan ini sebagai ajang karena kedekatan dengan penguasa. Artinya, ASN yang dilantik ini hanya orang-orang yang memiliki kedekatan dengan penguasa yang mengakibatkan Baperjakat tidak berfungsi.

Tokoh muda ciputat
“Jangan sampai dalam rotasi dan promosi jabatan ini terkesan ada unsur like and dislike ataupun unsur kepentingan yang lain. Inilah yang harus kami kaji dan selidiki lebih dalam lagi,” ungkap Faisal ws.

Faisal ws mengatakan, dalam UU ASN Pasal 72 disebutkan bahwa promosi PNS harus dilakukan berdasarkan perbandingan objektif antara kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan yang dibutuhkan oleh jabatan, penilaian atas prestasi kerja, kepemimpinan, kerjasama, kreativitas, dan pertimbangan dari tim penilai kinerja PNS pada Instansi Pemerintah, tanpa membedakan gender, suku, agama, ras, dan golongan.” Pungkasnya. (Hasan Basri)

Related posts

Demi Penyembuhkan Penyakit Ibu, Aura Mencari Keysha, Adiknya, ke Jogyakarta yang Pergi Bersama Ganang Lebih dari Setahun lalu.

admin@lennus

Bersiap, Tangsel Tuan Rumah Porprov VII Banten

admin@lennus

1000 Paket Baksos Dibagikan, Pilar Apresiasi FKUB dan Vihara Kwan In Thang

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.