Berita Daerah Ekonomi Politik Sosial

Densus 88 Membersamai Dialog Tentang Paham Radikal

Berita Lennus, Jakarta – DPP Permana menggelar Dialog Kebangsan, Densus 88 Anti Teror hadir sebagai pemateri di Aula Sjafrudin Prawiranegara, Lt. 5. Kampus Muhammadiyah, ITB Ahmad Dahlan Jakarta, disambut dengan antusias yang baik oleh para peserta.

Khoirl Abidin sebagai Ketua Umum DPP Permana menyampaikan beberapa poin melalui sambutan saat sesi acara pembukaan “Saya berterimakasih banyak kepada peserta yang sudah hadir, berterimakasih juga kepada pemateri, dan alhamdulillah acara ini dihadirkan 200 peserta. Dan kita hadir di sini untuk membuka cakrawala tentang agama.” Ucap Abidin saat sambutan.

Berikutnya Abidin Menyampaikan, Memurnikan Islam yang sebenarnya harus tetap di jaga dengan baik, Islam harus sesuai dengan pemahaman spiritual dan nilai lokal. “Pemahaman tentang Intoleransi dan Radikalisme menjadi sebuah ancaman bagi kedaulatan berbangsa dan bernegara” pungkasnya.
Diskusi yang menekankan bahwa Intoleransi dan Radikalisme Agama harus di lawan sampai ke akar-akarnya.

Aldi Faturohman sebagi moderator memulai dialog dengan mebedah pengertian radikal “Radikal berasal dari kata radikl artinya mengakar yaitu kita belajar harus sampai ke akar-akarnya.” Ungkap Aldi sebagai moderator.

Selanjutnya Mayndra Eka Wardana Direktur Pencegahan Densus 88 Anti Teror Polri, menyampaikan materi mengenai radikalisme “Media sekarang menjadi ladang kejahatan dalam peradaban saat ini. Kejahatan di balik agama sangat mengusik karena sifatnya sensitif. Ada tiga tahapan terorisme, pertama, intoleran sebagai akarnya (terpapar dari sisi pemahaman). Kedua, radikal sebagai pohonnya (terpapar dari sisi sikap). Ketiga, terorisme adalah buahnya (terpapar dari sisi tindakan).” Ujar Mayendra saat menyampaikan materi.

Mayndra Menyampaikan tiga kata yang menggambarkan kegiatan pada hari ini “Pemuda, Visioner, Tangguh” ujarnya usai kegiatan dialog.

Kegiatan yang berlangsung pada sore menjelang buka puasa di tutup oleh Wakil Rektor II ITB AD Jakarta Yayat Sujatna, S.E., M.Si “Islam adalah jalan keselamatan, jalan kedamaian. Dalam pemahaman Islam, akhlak berdimensi horizontal (Hablum Minannas) dan berdimensi vertikal (Hablum Minallah) dengan nilai yang berbeda.

Dimensi horizontal menggunakan tolak ukur benar-salah, sedangkan dimensi vertikal menggunakan tolak ukur haq-bathil, bahwa Islam adalah agama yang paling lengkap dibandingkan agama-agama yang lain (QS. Al-Maidah:3).” Ucap Wakil Rektor II ITB Ahmad Dahlan Jakarta. (Yudi Purwanto)

Related posts

TIDAK ADA TOLERANSI LAGI, DPU PUTUS KABEL DAN POTONG TIANG MILIK PROVIDER INTERNET DI JALAN WR. SUPRATMAN CIPUTAT TIMUR

admin@lennus

Hadir di HUT ke-42 Pisangan, Benyamin Tekankan Kolaborasi dan Sinergi

admin@lennus

Pertandingan Piala Lomba Futsal DPRD Lampura Akan Di Mulai 13 – 23 Nopember 2022, Diikuti Seluruh Kabupetan Lampung

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.