Berita Daerah Ekonomi Politik Sosial

Dinas Kominfo Menghabiskan Anggara 6 Miliar Untuk Pencitraan Bupati Dr,Hj Winarti SE,MH Terkuras Habis dan Tidak Transparan

berItalennus.co.id, Tulang Bawang, Lampung – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tulang Bawang diduga tebang pilih dalam mendistribusikan anggaran publikasi pada media, baik media Online, media cetak Mingguan/harian dan media Elektronik. Hal tersebut terlihat cara pihak Diskominfo mendistribusikan anggaran publikasi (Advetorial) tahun 2022.

Proses pelaksanaan pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah pada program pengelolaan informasi dan komunikasi publik sub kegiatan layanan hubungan media berupa belanja jasa publikasi sebesar 6 Miliar yang bersumber dana APBD sudah dikatakan habis dan tidak transparan.

Salah satu media yang bekerja sama sudah melengkapi persyaratan dan administrasi serta sudah terverifikasi oleh pihak Kominfo Tulang Bawang yang meminta nama nya tidak dipublikasikan dalam berita.

“Anggaran 6 Miliar tidak transparan, bahkan sudah ada yang dicairkan ke media yang bekerja sama sangatlah luar biasa (fantastis red) dalam hal ini, sudah jelas pihak Kominfo tebang pilih dan ada permain antar media” terangnya sumber terpercaya dikantor Kominfo Tulabg Bawang.

Lanjutnya, Kabid dan PPTK menyatakan bahwa untuk media yang kerja sama, jika media online akan di berikan 2 juta, dan media cetak 2,5 juta, namun nyatanya tidak sedemikian, bankan ada media online yang diberikan anggaran puluhan juta sampai ratusan juta, media cetak diberikan ratusan juta, ini sudah jelas tidak transparan antar media yang bekerja sama.

“6 Miliar anggaran pencitraan Bupati Tulang Bawang Dr Hj Winarti SE,MH tebang pilih dan tidak jelas anggaran nya atau terkuras habis tidak jelas kemana” ucapnya.

Baru-baru ini, Kabid dan PPTK menjelaskan, “bagi media yang sudah mencairkan tahap pertama, maka untuk berikutnya tidak ada lagi angggaran nya, dikarenakan anggaran yang ada untuk media yang belum dicairkan, namun akan di prioritaskan di anggaran APBD-P, karena anggaran APBD sebesar 6 Miliar sudah bisa dikatakan habis untuk media yang belum cair” cetusnya.

Ditempat terpisah, salah satu Kabiro media cetak yang minta namanya juga tidak ditulis dalam berita, namun siap bertanggung jawab dana statement nya.

“Anggaran 6 Miliar untuk media yang bekerja sama sudah bisa dikatakan habis, masih ada sisa sedikit namun karena sudah ada tuannya (pemilik red) dimasa kadis Dedy Palwadi, sekarang kadisnya sudah ganti kadis Desia Kesumayuda hanya meneruskan saja” jelasnya kepada beritalennus.co.id.

Dirinya pun berharap kepada pihak yang berwajib, baik pihak Inspektorat Kabupaten Tulang Bawang, Aparat Penegak Hukum (APH), Kejaksaan Negeri Tulang Bawang (Kejari). Kejaksaan Tinggi Lampung (Kejati) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) angar bisa audit anggaran Kominfo Tulang Bawang yang terkesan tidak transparan. (ADRI LEO)

Related posts

Kelurahan Pondok Benda Kecamatan Pamulang Gelar Acara Penguatan Kapasitas SDM Tingkat RT dan RW

admin@lennus

Tangsel Bedah 198 Rumah Tak Layak Huni Menjadi Layak.

admin@lennus

TANGSEL MARATHON 2022 SIAP DIGELAR

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.