Berita Daerah Ekonomi Hukum & Kriminal Sosial

KUASA HUKUM PENGGIAT DEBUS BANTEN LAPORKAN DOKTER RICHARD LEE

beritalennus.co.id KOTA SERANG, HUKUM — Para penggiat seni debus Banten datangi Mabes Polri di Jakarta untuk laporkan dokter Richard Lee atas dugaan pelanggaran Undang-undang ITE, Jumat (2/9/22).

Sebelumnya, ramai di media sosial miliknya, @drrichardlee dia mengumumkan sayembara dan menyebutkan kalimat “debus-debis”. Video tersebut hingga mendapatkan mencapai jutaan penonton.

Kalimat tersebut mengundang reaksi para penggiat debus Banten yang tersinggung atas kalimat yang dilontarkan Richard Lee karena bernilai melecehkan seni budaya Banten yang telah lama ada.

Berikut isi penggalan statement richard dalam akun tiktoknya

“Sayembara, tolong sampaikan pada om daus dan jindan yang terjindan-jindan dan juga untuk dukun-dukun lainnya bagi kalian semua yang memiliki ilmu kebal, ilmu debus-debis dan punya ilmu alhikmah yang luar biasa, ini sayembara !! kalian yang kebal dengan pisau bedah saya kasih 100 juta perorang” ungkap Richard dalam akun tiktok @drrichardlee

Sebanyak 13 orang penggiat debus Banten laporkan Richard atas dugaan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik dengan pasal yang disangkakan pasal 27 ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang ITE.

Tim kuasa hukum pelapor, Trio Alberto menyampaikan jika laporan ke Mabes Polri itu diterima dengan baik.

Pihaknya menyampaikan argumentasi terkait dugaan pelanggaran UU ITE yang dilakukan oleh Richard.

“Laporan kita diterima dengan baik, kita sampaikan argumentasi terkait apa yang akan dilaporkan, Richard diduga telah menghina seni budaya yang dimiliki Banten yang sudah ada sejak zaman kesultanan. Kita menyiapkan berkas bukti awal berupa video pernyataan Richard Lee yang berisi dugaan pelanggaran UU ITE,” kata Albert.

Viralnya video tersebut pada khalayak ramai akan berdampak pada pikiran masyarakat yang berpotensi negatif tentang debus.

“Video pernyataan Richard sudah menyebar luas dan berdampak pada pikiran di masyarakat berpotensi masyarakat berasumsi yang lain tentang debus,” paparnya.

Faktanya, kata Albert, seorang pedebus untuk dapat menguasai atraksi debus perlu menjalankan syariat Islam yang ada yaitu melaksanakan puasa sebanyak 40 hari, shalat 5 waktu dan lainnya.

Debus adalah seni budaya nusantara yang harus dilestarikan dari Banten.

“Kita negara Bhineka Tunggal Ika termasuk seni budaya, mindset publik terkait debus jangan sampai berubah bahwa debus adalah sulap atau trik, debus adalah asli budaya Banten,” terangnya.

Sementara itu ketua Perkumpulan Debus Banten Indonesia (PDBI), Ajat Sudrajat menyampaikan kalimat yang disampaikan Richard di media sosial mengandung penghinaan bagi para pegiat debus.

“Dia (Richard Lee) sebut debus-debis dalam satu kata yang seperti menghina debus,” ujarnya pada media ini saat dikonfirmasi melalui telefon, Jumat (2/9/22).

Ajat menjelaskan, dimata para pegiat debus, debus adalah budaya Banten yang sudah ada sejak zaman kesultanan dan dilestarikan secara turun-temurun.

Debus termasuk sarana syiar islam dan hiburan orang-orang terdahulu.

“Bagi pegiat debus, debus sudah ada sejak zaman kerajaan dan sebagai sarana, dan syiar islam, hiburan itu merupakan seni budaya Banten,” jelasnya.

Dalam statementnya Richard, Ajat menganggap Richard seolah menganggap debus sebagai sarana kebal-kebalan.

“Richard menganggap debus hanya kebal-kebalan, mereka tidak paham bahwa debus merupakan kebudayaan Banten yang sudah turun temurun, pegiat debus kecewa,” terangnya.

“Videonya sudah dilihat di youtube oleh jutaan orang, kesan melecehkan terasa sekali,” paparnya.

Laporan yang dibuat oleh para penggiat debus itu tinggal melengkapi beberapa berkas.

Minggu depan, rencananya para penggiat debus akan melengkapi berkas dan mendatangi Mabes Polri kembali.

“Laporannya sudah diterima tinggal legalitas administrasi saja yang harus dilengkapi, nanti kamis kesana lagi untuk lengkapi laporan,” ungkap Ajat.

Para penggiat debus menginginkan agar Richard meminta maaf dan jangan berbicara sembarangan pada halayak umum jika tidak tahu terkait debus.

(Tim / Red)

Related posts

Mendesak Kejati Sultra Memeriksa Kades Subulakoa Dugaan Penyalagunaan Angagran Dana Desa (ADD)

admin@lennus

SMK Negeri Satu Tangsel Mengadakan Gebyar P5 Mengusung Tema “Kebekerjaan”

admin@lennus

Bupati Lampung Utara di Duga Gagal Dalam Menjalankan Roda Pemerintahan

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.