beritalennus.co.id Bogor – Seorang ayah yang bernama Ali Sabri asal dari Tegalwaru Kecamatan Ciampea-Bogor Viral dalam unggahan sebuah akun video tiktok Silvyjeboy2 yang telah ditelusuri pemilik akun tersebut adalah seorang wartawan.Dan itu dibenarkan oleh narasumber yang ditemui awak media dikediamannya Senin 8/5/2023
Dalam sesi wawancara Ali Sabri menjelaskan terkait video yang membuat namanya viral
” Yah,memang benar pemilik akun tersebut seorang wartawan namun pada saat itu saya tidak tahu kalau wanita pemilik akun tiktok tersebut wartawan.Karena ketika saya minta di buatkan pernyataan melalui video terdapat ada beberapa orang ada disekitar saya,termasuk wanita tersebut “
Lalu setelah video tersebut viral apakah sudah ada tanggapan dari pihak terkait ?
” Saya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu terutama kepada pemilik akun tiktok tersebut sehingga video saya sampai pada para penegak hukum.Senin 9/5/2023 sekira pukul 02.00 Wib dari Kadivpropam Polda Jawa Barat datang mengunjungi rumah saya,dan sebelumnya Kapolsek Ciampea beserta jajarannya juga datang “jelasnya

Lanjutnya,” salah seorang dari Kadivpropam Polda Jabar menanyakan tentang kebenaran isi dari video viral tersebut dan bertanya siapa pemilik akun tiktok itu,” maka saya jawab ” Isi video itu benar akan tetapi saya tidak tahu pemilik akun tiktok tersebut.”
Kemudian mereka melihat semua bukti-bukti yang saya punya hingga akhirnya menanyakan apa keinginan Pak Ali ? saya pun menjawab ” saya hanya ingin keadilan ditegakan yang pertama tolong pertemukan saya dengan bapak Kapolri,kedua pertemukan saya dengan pihak-pihak terkait yang harus bertanggung jawab atas kasus anak saya Singgih Adipura,ketiga tolong amankan pelaku penganiayaan anak saya yang menyebabkan sampai meninggal dunia “
Namun ketika awak media bertanya terkait kronologis kejadian,Pak Ali menjelaskan kasus tersebut sambil menangis,” anak saya dalam keadaan sakit menderita Hernia dan sedang menjalani pengobatan tiba-tiba saja pada saat membantu temannya di toko isi ulang air dan pulsa pelaku datang melakukan pemukulan bersama temannya tanpa tahu apa penyebabnya,” jelasnya
Ali Sabri menambahkan ” saya sudah buat laporan ke Polsek Ciampea namun tersangka tidak diamankan bahkan ada oknum dari Polsek Ciampea turut serta melakukan penekanan dan intimidasi terhadap anak saya untuk mencabut laporan. Kemudian karena fisiknya semakin lemah maka setelah dilakukan pengobatan di lima rumah sakit yang ada di Bogor terakhir dirawat di rumah sakit Pelni Jakarta Barat dan disitu anak saya meninggal dunia “
Terakhir Ali Sabri menegaskan ” Pada saat itu saya tidak fokus terhadap kasus anak saya, karena kami sibuk merawatnya dan sekarang saya mau kasus ini dilanjutkan sampai kami keluarga korban mendapatkan keadilan yang seadil- adilnya. Tolong kepada bapak Kapolri saya butuh tindakan segera bukan hanya tanggapan.” tegasnya
Rany/Devry
