beritalennus.co.id – Kota Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Kota Tangerang untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari. Kebijakan ini berlaku mulai Senin, 7 September 2026 hingga Rabu, 9 September 2026.
Keputusan tersebut diambil menyusul penyebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang saat ini berstatus Level III Siaga. Berdasarkan pantauan, abu vulkanik sudah terdeteksi hingga wilayah Kota Tangerang.
Imbauan disampaikan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Dinas Pendidikan Kota Tangerang. Cakupannya meliputi PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Skh.
Ketua Pembina YPPUI Kota Tangerang, Ahmad Rifai Ubaidillah, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti instruksi tersebut.
” Ketika ada informasi dari Gubernur dan Dinas Pendidikan Provinsi juga Dinas Kota Tangerang untuk melaksanakan PJJ, saya selaku Ketua Pembina YPPUI segera berkoordinasi dengan para guru. Kami informasikan ke masing-masing kelas agar pembelajaran dilakukan dari rumah dengan tugas yang terarah, terbimbing, dan tetap diawasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, meskipun siswa belajar dari rumah, para guru tetap wajib hadir di sekolah.
” PJJ ini tidak menjadi kendala bagi anak-anak untuk belajar. Pihak sekolah tetap memprioritaskan agar anak-anak mendapatkan pembelajaran yang maksimal selama masa PJJ,” tambahnya.
Untuk hari Kamis, 10 September 2026, pembelajaran tatap muka direncanakan kembali berjalan efektif.
” Harapan kami PJJ ini tidak diperpanjang. Mulai Kamis insyaallah kita sudah belajar efektif. Dengan catatan anak-anak diwajibkan memakai masker, tidak banyak kegiatan di luar kelas, dan langsung pulang setelah pembelajaran selesai,” tutup Ahmad Rifai seraya tersenyum.
( EDON )
