beritalennus.co.id Probolinggo, 12 Januari 2025 – Warga Kabupaten Probolinggo yang melintas di Jl Raya Besuk kembali mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang dinilai tidak memadai dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Dua lokasi utama yang menjadi sorotan adalah jalan yang mengalami tambal sulam aspal namun cepat rusak dan Jembatan Jl. Raya Besuk di Desa Sumuradalam yang kini kondisinya semakin parah
Kondisi ini mendapat respons dari masyarakat yang melaporkannya melalui layanan WhatsApp Call Center “LAPOR KAND4” milik Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Dalam tanggapannya, Pemkab menyampaikan bahwa:
“Siap nggih…. Itu memang perbaikan darurat sementara dari tol. Dan saat ini masih digunakan lewat oleh truk-truk angkutan material tol. Perbaikan permanen nanti setelah mendekati akhir pelaksanaan pembangunan tol. Maturnuwun. Karena untuk paket 2 masih bulan Juli 2025 dan paket 1 bulan Maret 2025.”
Namun, tanggapan tersebut dirasa kurang memuaskan bagi warga. Pasalnya, masyarakat kini harus lebih bersabar lagi menunggu perbaikan permanen yang masih akan dilakukan setelah proyek tol , yang berarti hingga pertengahan 2025. Hal ini menimbulkan sindiran dari warga bahwa keselamatan pengguna jalan tampaknya harus “mengalah” demi kelancaran proyek besar pemerintah.

“Kami sangat berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi, meskipun sifatnya sementara, agar kondisi jalan ini tidak menjadi penyebab kecelakaan. Kalau harus menunggu hingga proyek tol selesai, berapa banyak kerugian dan risiko yang harus ditanggung oleh warga?” keluh RH (40), salah satu pengguna jalan.
Kondisi Jembatan Jl. Raya Besuk di Desa Sumur dalam juga memprihatinkan. Lubang-lubang besar di permukaan jembatan semakin parah akibat dilintasi truk-truk berat. Tambal sulam aspal yang cepat rusak menimbulkan tanda tanya besar tentang kualitas pengerjaan proyek perbaikan sebelumnya.
“Kami paham kalau ada prioritas, tapi apakah wajar jika warga dibiarkan menghadapi risiko setiap hari hanya karena perbaikan harus menunggu proyek lain selesai? Apakah ini cara pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan warga?” sindir seorang warga lain yang enggan disebutkan namanya.
Pemkab Probolinggo diharapkan segera melakukan evaluasi serius terhadap pengerjaan infrastruktur, termasuk memastikan adanya perbaikan sementara yang layak sebelum perbaikan permanen dilakukan. Selain itu, transparansi dan komunikasi yang baik diperlukan agar masyarakat memahami langkah konkret yang dilakukan pemerintah.
Jalan dan jembatan yang rusak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan. Pemerintah harus memastikan bahwa proyek besar yang sedang berjalan tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan mendesak masyarakat sehari-hari.
Rachman
