beritalennus.co.id Tangerang Selatan – Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah(K3S) SD.Negeri/Swasta Kec.Pondok aren Aminah.Spd.menginginkan adanya soliditas serta kekompakan baik di lingkungan internal sekolah maupun kelompok organisasi guru dan Kepala sekolah seperti PGRI dan K3S yang ada saat ini.
Munculnya berbagai persoalan yang ada akhir-akhir belakangan ini khusus di lingkup pendidikan yang ada di wilayah Tangsel terkait masalah pungutan dan sejenisnya, selaku Ketua K3S dan Kepsek SD.Jurangmangu timur 2 turut merasa prihatin dan mudah-mudahan itu menjadi proses pendewasaan buat sekolah agar lebih baik ke depan.
” Saya akan terus mengawal surat edaran dan pemberitahuan yang di keluarkan dari Dinas Pendidikan Tangsel perihal regulasi semisal tentang pelaksanaan kegiatan akhir tahun yang tidak boleh mengadakan acara keluar seperti perpisahan dan wisuda,termasuk kegiatan outing clas/Lintas kurikulum dengan batasan hanya di wilayah sekitar Prop.Banten”ujar nya di sela kegiatan asesmen akhir jenjang SD Jurtim 2,Kec.Pondok aren,beberapa wakru lalu.

Saya berharap khususnya, kepada rekan-rekan kepala sekolah negeri yang ada untuk bisa menjalankan peraturan yang sudah di tentukan,jangan lawan arus kalau tidak mau terbawa arus,tentunya kita semua perlu cari aman di sesuaikan dengan situasi dan kondisi sekarang ini,tuturnya.
Terpisah,Kasek SD Jurangmangu barat 1 Eti Rosmiati,di temui menyangkut hal tersebut,menurutnya,semua yang sudah menjadi aturan dari dinas pendidikan,tak terkecuali ketika pada tahun-tahun sebelumnya masih bisa di laksanakan kegiatan pelepasan siswa dan wisuda yang bisa di laksanakan di luar sekolah,tapi untuk tahun ini sudah mulai di batasi dengan rambu aturan dengan pembatasan yang tidak di bisa lagi di bebaskan.
“Artinya,selaku kepala sekolah saya akan taat aturan..sesuai yang sudah menjadi dasar aturan,dan itu semua sudah dibicarakan dengan komite sekolah,para guru dan orang tua murid di SD.Jurangmangu barat 1 dan syukur alhamdulilah bisa di fahami” pungkasnya
( doe”w/tim)
