Berita Uncategorized

TAK ADA WAKTU YANG TERBUANG

Beritalenus.id | Bogor – Oleh : Dr. Muslich Taman, Humas SMAN I Rumpin, Penulis Buku: Guru Sang Arsitek Masa Depan

Siang boleh terasa terik. Udara aula pun kurang bersahabat. Namun, semangat untuk belajar dan meningkatkan kualitas layanan pembelajaran tak lantas surut. Para guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMAN 1 Rumpin, Kabupaten Bogor, tetap antusias mengikuti acara silaturahmi dan pembinaan yang disampaikan Dr. Adi Maulana, M.Pd., Kepala Subbagian Tata Usaha KCD Wil. 1, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Didampingi Kepala SMAN 1 Rumpin, H. Mulyono, M.Pd., sosok birokrat muda Dr. Adi hadir bukan sekadar bersilaturahmi, melainkan membawa pesan penting tentang profesionalisme, kedisiplinan, literasi, dan makna pengabdian. Sebab, di balik kemajuan pendidikan, selalu ada manusia-manusia yang bersedia terus belajar dan bekerja dengan sepenuh hati.

Profesionalisme adalah Kehormatan

Dalam siaturrahmi dan pembinaannya, Dr. Adi mengingatkan bahwa GTK merupakan ujung tombak pelayanan pendidikan. Karena itu, setiap tugas harus dilaksanakan sebaik-baiknya, dengan penuh tanggung jawab dan orientasi pada mutu pelayanan.

Guru, katanya, harus terus memperkuat empat kompetensi utama: pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Sementara tenaga kependidikan dituntut meningkatkan keterampilan, ketelitian, kedisiplinan, serta kualitas pelayanan administrasi. Harus sinergis dan kolaboratif. Jangan malas dan banyak mengeluh.

Kepatuhan terhadap pimpinan dan aturan juga menjadi bagian penting dari budaya kerja. Bekerja bukan semata-mata menggugurkan kewajiban, melainkan menjalankan amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan.

Suasana mendadak riuh ketika Dr. Adi menyelipkan humor segar. Sambil berkelakar, ia menyebut ada empat orang yang jangan dilawan, kalau tidak ingin celaka, yaitu: orang kaya, orang gila, atasan —kalau di sekolah berarti kepala sekolah—, dan istri!

Sontak, aula dipenuhi gelak tawa dan tepuk tangan. Humor itu mencairkan suasana, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami keadaan, menjaga hubungan, dan menghormati orang lain. Selama, dalam batas yang bisa ditolerir dan tak melanggar aturan.

Tiga Jalan Menuju Kesuksesan

Pak Kasubag juga mengajak para GTK memperluas wawasan melalui tiga kebiasaan positif: merantau, banyak bertemu orang, dan banyak berdiskusi atau membaca.

Merantau mengajarkan seseorang melihat dunia dari sudut pandang berbeda. Banyak berjalan dan berkelana untuk menyaksikan fenomena alam dan zaman. Sedangkan bertemu banyak orang memperkaya pengalaman dan memperluas jaringan pergaulan. Sementara berdiskusi/membaca, membuka jendela pengetahuan yang tak terbatas oleh jarak dan usia.

Pesannya sederhana, tetapi mendalam: jangan berhenti belajar. Kesuksesan bukan hanya milik mereka yang memiliki kesempatan besar, melainkan juga mereka yang tekun memanfaatkan setiap kesempatan untuk bertumbuh.

Bagi seorang guru, membaca bukan sekadar menambah pengetahuan, melainkan memperbarui cara berpikir dan memperkaya metode mengajar. Bagi tenaga kependidikan, literasi membantu meningkatkan ketepatan, efektivitas, dan mutu pelayanan.

Jangan Menyesali Kemarin, Jangan Merisaukan Esok

Di antara berbagai pesan yang disampaikan, ada dua hal yang patut direnungkan: jangan menyesali masa lalu dan jangan merisaukan masa depan.

Masa lalu adalah pelajaran, bukan penjara. Masa depan adalah harapan, bukan alasan untuk terus diliputi kecemasan. Tugas kita adalah melakukan yang terbaik hari ini, sembari menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT setelah ikhtiar dan doa ditunaikan.

Pesan ini mengingatkan bahwa setiap waktu memiliki nilai. Bahkan pertemuan sederhana dapat menjadi jalan lahirnya gagasan, tumbuhnya semangat, dan berubahnya cara pandang.

Silaturahmi dan pembinaan di SMAN 1 Rumpin pun menjadi lebih dari sekadar agenda kedinasan. Di dalamnya ada ilmu yang dibagikan, motivasi yang ditanamkan, serta kebersamaan yang menguatkan.

Panasnya siang mungkin segera berlalu. Namun, semoga pesan-pesan yang disampaikan Dr. Adi Maulana tetap tinggal dalam pikiran, tumbuh dalam kesadaran, dan menjelma menjadi tindakan nyata. Melahirkan para GTK yang kontributif dan dedikatif bagi lembaga dalam mencetak para calon pemimpin bangsa.

Sebab, tak ada waktu yang terbuang ketika kita menggunakannya untuk belajar, memperbaiki diri, dan menunaikan amanah dengan sepenuh hati. Semesta akan membalas dengan sempurna dan berlipat ganda. Dan bagi setiap insan pendidikan, waktu yang paling berharga adalah waktu yang membuat kehadirannya membawa manfaat bagi para murid yang merindukannya.

Setelah diskusi dan tanya jawab, acara ditutup dengan doa dan foto bersama. (MT/Rhidayat).

Related posts

Sambut Anniversary ke-6 dan Nataru 2024-2025 Destinasi Wisata Gunung Dago Parungpanjang di Support Band Solomon

admin@lennus

Ketua KJB Firmansyah Sampaikan Amanah Donatur&Dermawan Bagi Embah Suradi,” Semua Karena Allah.

admin@lennus

*Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Warga Perumahan Indopermai RT 04 RW 15 Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah Adakan Tirakatan dan Pemilihan RT *

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.