beritalennus.co.id – Kota Tangerang – Tiga tahun memimpin SDN Sudimara 8, Jujiati, S.Pd.SD, menghadirkan banyak perubahan.
Lingkungan sekolah kini tampak bersih, rapi, dan nyaman. Sarana prasarana terawat dengan baik, sehingga mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi 516 siswa secara optimal.
Kepada awak media, Jujiati mengungkapkan kunci kepemimpinannya adalah mendengarkan aspirasi warga sekolah.
” Langkah pertama saya adalah mengenali lingkungan, karakter guru, orang tua, dan siswa. Pemimpin harus mau mendengarkan, agar kebijakan yang diambil adalah keputusan bersama,” ujarnya.
Setelah itu, ia fokus pada dua hal: pembenahan fisik dan peningkatan kualitas SDM guru.
” Kita petakan guru senior dan junior. Yang senior membimbing yang junior, yang junior menghargai yang senior. Semua punya kelebihan dan kekurangan, itu yang kita sinergikan, dan alhamdulilah SDN Sudimara 8 di tahun 2026 terpilih menjadi sekolah inklusi,” jelasnya.

Tak hanya pembenahan, SDN Sudimara 8 juga menjalankan program unggulan pembentuk karakter.
- Duta Siswa Penyambut Pagi.
Setiap pagi, siswa yang terpilih menjadi Duta Siswa bertugas menyambut kedatangan teman-temannya di gerbang sekolah.
” Tujuannya untuk melatih karakter baik, disiplin, dan tanggung jawab,” kata Jujiati.
- SATEMBE (Sabtu Berkreasi).
Setiap Sabtu pagi, seluruh warga sekolah menggelar senam bersama, dilanjutkan dengan penampilan kreasi siswa seperti tari, menyanyi, pantomim, dan drama.
” Menariknya, yang melatih anak-anak di SATEMBE adalah orang tuanya sendiri. Kami sangat mengapresiasi keterlibatan orang tua,” tambahnya.
Jujiati berharap program-program positif tersebut terus berlanjut dan membawa kemajuan.
” Harapan saya, SDN Sudimara 8 ke depan lebih baik dan lebih maju, serta melahirkan anak-anak yang berguna bagi diri sendiri, orang tua, bangsa dan negara,” pungkasnya.
( EDON )
