beritalennus.co.id Kabupaten Tangerang – Proyek kegiatan uditch di Cibogo desa Pesanggrahan, kecamatan solear, Kabupaten Tangerang, menuai kontroversi pasalnya pihak pelaksana memberikan jawaban yang tidak pantas di ucap ataupun tidak enak didengar (12/12/23)
Proyek pekerjaan uditch yang pengerjaannya dikerjakan pada malam hari itu diduga tidak sesuai spesifikasi teknis, mulai dari tidak adanya hamparan pasir abu atau mortar untuk alas uditch, diduga kuat pekerjaan itu berpotensi bisa merugikan masyarakat selaku penerima manfaat dan merugikan uang negara.

Proses pemasangan uditch pada malam hari itu sengaja dilakukan untuk mengelabuhi masyarakat, pasalnya setelah dilihat pada siang hari u-ditch tersebut terlihat pada somplak somplak, rusak dibagian ujung, diduga kuat u-ditch itu berkualitas buruk.
Belum tuntas prihal proses pekerjaan, lagi-lagi kejanggalan demi kejanggalan nampak kembali terlihat dengan tidak terdapatnya penerapan Standar Menejemen K3 (SM-K3) yang tentunya didalam setiap pelaksanaan kegiatan kontruksi hal tersebut wajib di laksanakan oleh kontraktor yang tentunya hal tersebut dinilai berbagai pihak sangat bertentangan dan diduga kuat sudah melanggar Undang-Undang (UU) No.1 Tahun 1970 tetang K3 ( keselamatan kesehatan kerja (K3).
Semakin kuat dugaan lemahnya pengawasan dari dinas sehingga ada indikasi Pembiaran di proyek pekerjaan u-ditch tersebut.

” Heru sekjen LSM pelopor Indonesia dan selaku aktivis solear pada saat kontrol sosial, sangat menyayangkan sikap dari pada pihak pelaksana/ kontraktor yang berinisial ( J ) pasalnya setelah dikonfirmasi terkait papan proyek pihak pelaksana/kontraktor dengan cetus menjawab
” sengaja saya tidak pasang papan proyek, karena saya pemborong yang nakal, biar saya viral”
Kenapa pemasangan uditch nya dikerjakan pada malam hari bang?? Pihak kontraktor menjawab
” Biar tidak ada yang mengganggu”
Karena ucapan pihak pelaksana itulah yang menjadi kontroversi dan bisa dikatakan arogan”

Saya yakin dengan pihak kontraktor yang seperti ini bisa berpotensi merugikan uang negara, saya harap pihak dinas terkait bisa memberikan sanksi tegas terhadap pihak kontraktor yang hanya ingin menguntungkan pribadinya sendiri
Lanjut Heru, sangat disayangkan dengan adanya proyek proyek pemerintah yang dikerjakan oleh oknum oknum kontraktor yang hanya menguntungkan dirinya sendiri tanpa memikirkan proyek tersebut,
“saya akan layangkan surat ke dinas Bina Marga dan Sumber daya Air / Perkim atau instansi terkait agar pihak kontraktor yang arogan seperti ini tidak usah di pakai lagi, jika masih, saya akan layangkan surat ke PJ bupati” tegas heru” Sampai berita ini ditayangkan pihak dinas terkait belum bisa terkonfirmasi
(BAGAS)
