Berita Daerah Ekonomi Hukum & Kriminal Politik Sosial

APJUT KONAWE SELATAN BERSAMA MASYARAKAT SABULAKOA AKAN MENUTUP JALAN USAHA TANI YANG DIGUNAKAN PT.MERBAU JAYA INDAH RAYA GROUP

beritalennus.co.id Konawe Selatan Sulawesi Tenggara – Seluruh Masyarakat Sabulakoa yang tergabung dalam Aliansi akan melakukan penutupan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa – Desa yang di gunakan perusahaan PT. MERBAU JAYA INDARAYA, dimana JUT Tersebut merupakan asset Masyarakat Desa yang hanya di peruntukkan untuk Masyarakat dan jalan para petani terutama sebagai akses dalam melakukan Kegiatan Pertanian.

Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi menekankan kepada Pemerintah bahwa Kegiatan ini juga tentu harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, Pemerintah Kecamatan Sabulakoa dan terkhusus Para Pemerintah Desa yakni di desa WATU – WATU, ULU SABULAKOA DAN DESA WONUA KOA KECAMATAN SABULAKOA, terkait kondisi jalan pertanian yang rusak dan tidak layak di gunakan para petani yang makin hari makin rusak di karenakan Aktifitas Ilegal Oleh Perusahaan PT MERBAU JAYA INDARAYA dalam menggunakan Jalan Usaha Tani yang sampai hari ini tidak jelas.

“ANDRIAWAN menjelaskan” berulang kali masyarakat menyampaikan kepada pihak perusahaan PT MERBAU JAYA INDARAYA agar berhenti mengunakan jalan usaha tani (JUT) yang di mana jalan tersebut bukan jalan perusahaan, dan jalan tersebut jalan usaha tani yang di peruntungkan untuk petani dan masyarakat, ini bukan satu kali saja kami melakukan upaya penutupan Jalan, sudah berpuluh-puluh kali, bahkan ada yang sampai dilaporkan pada pihak Kepolisian, hanya karena Kami Masyarakat Kecil ingin keadilan”. (tutup Andriawan)

Masyarakat dan Petani Sabulakoa Pengguna JUT mulai tersinggung dalam hal ini, perusahan PT MERBAU selalu munggunakan cara – cara yang begitu licik menakut – nakuti Masyarakat sampai sampai perusahaan menggunakan kekuasaanya secara Oligarki, mengadu domba dengan pekerja – pekerja dan Sekuritinya yang ada di Merbau dengan masyarakat kecil yang ada di Kecamatan Sabulakoa. Bahkan mereka tidak segan – segan bisa saja melakukan upaya kekerasan.

Sehingga dengan ini kami MENYATAKAN SIKAP DENGAN TEGAS “KAMI DARI ALIANSI PEMERHATI JALAN USAHA TANI (AP.JUT) mendesak PEMDA KONAWE SELATAN, PEMKEC SABULAKOA, PEMDES SEKECAMATAN SABULAKOA UNTUK TURUN TANGAN, SEBELUM KAMI AMBIL ALIH BERSAMA MASYARAKAT SABULAKOA DALAM HAL INI PENUTUPAN JALAN USAHA TANI dan MEREBUT KEMBALI TANAH YANG DI LEWATI (JUT) TERSEBUT YANG STATUSNYA MASIH DI ATAS LAHAN MASYARAKAT.

Jalan Usaha Tani tersebut dibuka dan dibuat atas kesepakatan, “bahwa JUT tersebut untuk kepentingan Masyarakat BUKAN UNTUK KEPENTINGAN PERUSAHAN SECARA SEPIHAK”.

Salahsatu Perwakilan Masyarakat dari Desa Watu-Watu (JUSRAN TAWULO) Menegaskan kepada perusahaan PT MERBAUJAYA INDARAYA, “Agar membuat atau membuka jalan sendiri, dan tidak perlu lagi melakukan lobi – lobi di masyarakat dengan tawaran apalagi menyingung persoalan PLASMA, itu sudah BASI, yang sampai hari ini dan sampai hari kiamat tidak akan perna ada. (tutup Jusran)

Perlu ketahui juga Bahwa sampai Hari ini Status Jalan Usaha Tani tersebut TIDAK PERNAH di HIBAH-kan oleh masyarakat secara Tertulis untuk menjadi asset Desa/pemerintah, Sehingga kalau Jalan Usaha Tani masih di buka untuk di lewati perusahaan PT. MERBAU JAYA INDARAYA masyarakat akan ambil alih JUT yang hari ini masih di atas tanah masyarakat dengan berdasarkan bukti otentik sertifikat hak milik yang secara luasannya tidak perna lebih atau kurang sama sekali.

Dalam hal ini masyarakat tidak akan perna takut dengan gertakan-gertakan yang perna di lakukan oleh perusahaan PT.MERBAU JAYA INDARAYA bahwa yang menutup Jalan Usaha Tani akan di laporkan DI POLDA SULTRA, dan ini sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh Pihak Merbau tetapi tidak ada Bukti yang kuat untuk melakukan penahanan pada masyarakat, karena memang sampai hari ini PT. Merbau menggunakan JUT secara Ilegal.

Masyarakat dalam hal ini sudah sangat tegas mempertahankan hak-hak nya, apabila dalam kurung waktu yang singkat pemerintah tidak tidak ada Tindakan secara pasti pada PT. Merbau, maka dengan sangat tegas, KAMI MASYARAKAT/PETANI AKAN ME-MUSEUM-KAN JALAN USAHA TANI DENGAN CARA APAPUN.

Masyarakat juga sudah LELAH MELAKUKAN PENGADUAN kepada semua Pihak – Pihak terkait baik pada Pemerintah, Kepolisian, Bahkan Sampai Pada Perwakilan Rakyat (DPRD/DPR PROV./DPRI/DPD), tetapi NIHILLLLLLL… KEMBALINYA HANYA PADA MEREKA YANG BERKUASA DAN PADA MEREKA YANG BERDUIT, BUKAN PADA KEPENTINGAN MASYARAKAT KECIL.

(ANDRIAWAN)

Related posts

Pemkot Tangsel Laksanakan Mutasi Pejabat Eselon II.B, Pejabat Administrasi dan Pejabat Fungsional.

admin@lennus

Sekda Minta Seluruh Pemangku Wilayah Kecamatan Tigaraksa Kuatkan Komitmen dan Kolaborasi Ciptakan Kondusifitas

admin@lennus

BADAN ADVOKASI INDONESIA DPD DKI JAKARTA USUT TUNTAS PMI PEREMPUAN YANG MIRIS SEDANG HAMIL’ KOK DIPAKSA TETAP DIBERANGKATKAN AKHIRNYA STRES DAN MELAHIRKAN DI NEGARA ARAB ABUDHABI

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.