beritalennus.co.id Probolinggo – Proyek pembangunan jalan aspal di Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, sepanjang 1,5 km dengan anggaran sebesar Rp 500 juta kini menjadi sorotan publik. Baru beberapa minggu setelah selesai pengerjaan, jalan tersebut telah menunjukkan kerusakan parah di berbagai titik. Hal ini memicu kekecewaan warga sekaligus pertanyaan besar terkait kualitas pengerjaan proyek yang seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas warga.
Seorang warga setempat menyebutkan bahwa lapisan aspal pada proyek ini terlihat sangat tipis dan diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).
“Kami merasa ada kejanggalan dalam pengerjaan ini. Dengan dana sebesar itu, seharusnya jalan lebih kokoh dan tahan lama. Tetapi nyatanya, baru beberapa minggu sudah rusak. Apakah ini karena material yang tidak sesuai atau memang ada pengurangan kualitas? Kami meminta pihak terkait mengusut tuntas,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa. Senin,13 Januari 2025
Sementara itu, perangkat desa yang berhasil ditemui di kantor desa memberikan penjelasan berbeda. Mereka mengklaim bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh faktor alam, (seperti erosi air). Bahkan, menurut mereka, perbaikan berupa tambal sulam telah dilakukan, meskipun hasilnya tidak bertahan lama.
“Aspalnya terkikis air, sehingga kerusakan ini sulit dihindari. Meski sudah diperbaiki, jalan tetap rusak lagi,” ungkap salah satu perangkat desa kepada Media ini
Namun, saat tim media mencoba mengonfirmasi kepada Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Bendahara desa untuk mendapatkan penjelasan resmi, mereka tidak berada di kantor desa. Salah satu perangkat desa menyebut bahwa mereka sedang berada di luar kota.

Masyarakat menilai bahwa transparansi dalam pengelolaan proyek ini sangat rendah, sehingga diperlukan audit menyeluruh oleh pihak yang berwenang.
Warga mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan dinas terkait untuk segera melakukan penyelidikan. Jika ditemukan pelanggaran atau kelalaian, warga meminta agar pihak yang bertanggung jawab diberi sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kami tidak ingin hal ini berlalu begitu saja. Jika terbukti ada penyimpangan, harus ada langkah hukum yang jelas. Sanksi administratif maupun pidana harus diterapkan agar ada efek jera,” ujar seorang warga dengan tegas.
Peringatan Penting untuk Semua Pihak agar menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana untuk lebih mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek. Proyek yang dibiayai dengan dana publik harus dikelola secara profesional demi kepentingan masyarakat.
Warga berharap kepada pemerintah dan lembaga pengawas memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini agar tidak ada lagi pembangunan infrastruktur yang dikerjakan asal-asalan. Masyarakat kini menunggu tindakan nyata dari pihak terkait untuk menjawab keluhan mereka.
Rachman
