beritalennus.co.id Probolinggo, Pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Yayasan Lentera Utara Bergizi Utama memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan pengelolaan limbah yang tidak sesuai ketentuan di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Pengelola menegaskan bahwa operasional dapur telah memenuhi standar sanitasi sebagaimana dibuktikan dengan terbitnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari instansi terkait.
Dalam keterangan tertulis, pihak yayasan menyampaikan bahwa SLHS diterbitkan setelah melalui proses pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana, prasarana, serta tata kelola dapur. Sertifikat tersebut menandakan bahwa fasilitas pengolahan makanan dinilai memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, sanitasi peralatan, dan kelayakan lingkungan kerja.
Penerbitan SLHS merupakan bukti bahwa dapur kami telah melalui proses verifikasi kesehatan lingkungan dan dinyatakan layak beroperasi,” ujar perwakilan yayasan.
Kepala Dapur SPPG, Ahmad Fahmi, menyampaikan bahwa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) telah tersedia dan berfungsi. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kunjungan instansi teknis untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

“IPAL kami ada dan dapat dicek. Kami siap menerima verifikasi apabila dibutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan volume produksi dalam pelaksanaan program makan bergizi membuat optimalisasi sistem sanitasi dilakukan secara bertahap, namun tetap berada dalam koridor standar yang berlaku.
Pantauan sejumlah warga sekitar menunjukkan bahwa aktivitas dapur berlangsung tanpa menimbulkan bau menyengat maupun gangguan lingkungan yang signifikan. Limbah yang dihasilkan didominasi limbah organik dapur yang dinilai mudah terurai.
“Kami tidak mencium bau yang mengganggu. Kegiatan dapur berjalan normal seperti biasanya,” ujar salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, pengelola mendorong dilakukan pengecekan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo.
Verifikasi lapangan dinilai penting agar penilaian terhadap pengelolaan limbah dapat dilakukan berdasarkan kondisi faktual.
“Kami mendukung transparansi. Pemeriksaan dinas teknis akan membantu menjernihkan informasi dan memastikan semua pihak mendapatkan gambaran yang objektif,” jelas perwakilan yayasan.
Di tengah dinamika informasi yang berkembang, warga tetap menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis. Program tersebut dinilai membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama kelompok anak sekolah dan keluarga kurang mampu.
Rachman
