beritalennus.co.id Probolinggo – Selasa 18 Maret 2025, Kepala Sekolah SD Negeri Prasi, Lilis, mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek taman dan perbaikan infrastruktur sekolah yang dipercayakan kepada WW, yang juga seorang kepala sekolah di salah satu SD negeri di Kabupaten Probolinggo. Proyek yang diharapkan dapat memperindah lingkungan sekolah justru dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Lilis menjelaskan bahwa dirinya tertarik menggunakan jasa WW setelah melihat beberapa unggahan video WW yang menampilkan sekolah-sekolah dengan lingkungan yang tertata rapi dan taman yang indah. “Dia sering memposting video sekolah yang bagus dengan taman yang asri. Saya pun tertarik agar sekolah saya juga lebih baik. Saya menghubunginya, lalu ia datang melakukan survei. Setelah saya jelaskan pekerjaan yang harus dilakukan, dia pun menyetujui,” ungkapnya kepada media (15/03/2025)
Namun, menurut Lilis, pelaksanaan proyek tidak berjalan seperti yang diharapkan. “Setelah separuh jalan, saya mulai melihat ada kejanggalan dalam pekerjaan yang dilakukan tukangnya. Saya mencoba menghubungi Pak WW agar datang ke sekolah, tetapi ia selalu beralasan sibuk. Pesan WhatsApp saya tidak dibaca, telepon saya juga tidak diangkat. Seakan-akan komunikasi sengaja ditutup,” ujarnya.
Kekecewaan Lilis semakin bertambah ketika melihat hasil pekerjaan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan. “Dengan anggaran hampir Rp15 juta, hasilnya jauh dari yang diharapkan. Siapa pun yang melihatnya pasti akan mempertanyakan bagaimana anggaran sebesar itu bisa menghasilkan pekerjaan seperti ini,” keluhnya.
Upaya Lilis untuk mencari kejelasan juga dilakukan dengan menghubungi istri WW, namun hingga kini tidak mendapatkan tanggapan.
Sementara itu, WW yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hanya memberikan jawaban singkat. “Waalaikumsalam… Monggo datang ke sekolahan,” balasnya. Namun, saat diminta untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut guna keseimbangan pemberitaan, WW belum memberikan respons.
Media ini juga telah berupaya menghubungi tukang yang mengerjakan proyek tersebut, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.
Rachman.
