Berita Daerah Ekonomi Global Hukum & Kriminal Politik Sosial

Dugaan Kejanggalan Proyek Jalan Desa Bucor Kulon, Tak Cantumkan Anggaran, Sisa Semen Diduga Dipakai Untuk RTLH

beritalennus.co.id Probolinggo – Berita Lesna Nusantara – Proyek pembangunan rabat beton di Dusun Taman, RT 14 RW 03, Desa Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan publik. Proyek yang terlaksana atas nama Kelompok Masyarakat Al-Aqsho melalui program “Pegadaian Peduli” tersebut diduga menyimpan sejumlah kejanggalan, terutama soal transparansi anggaran dan distribusi material.

Berdasarkan pantauan langsung tim Berita Lensa Nusantara di lokasi pada Selasa (10/6/2025), papan informasi proyek tidak mencantumkan nominal anggaran. Informasi yang tertera hanya mencakup volume fisik proyek, yakni panjang 70 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan 20 sentimeter.

Ketiadaan informasi nilai anggaran ini menimbulkan tanda tanya besar, sebab papan proyek seharusnya menjadi bagian dari keterbukaan publik sesuai dengan prinsip transparansi penggunaan dana, terutama jika menggunakan dana hibah atau CSR.

Lebih lanjut, dugaan penyimpangan muncul dari pengakuan warga terkait sisa material berupa semen yang diduga digunakan untuk kegiatan lain. Salah satu penerima bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku menerima semen dari sisa proyek rabat beton tersebut. “Saya disuruh ambil semen dari sisa pembangunan proyek rabat beton itu 23 sak,” ujarnya kepada media ini.

Pernyataan itu turut dikuatkan oleh warga sekitar lokasi proyek. Mereka mengaku melihat penerima bantuan RTLH datang dan mengambil semen dari lokasi proyek beberapa hari setelah pekerjaan jalan selesai. “Memang benar, yang dapat bantuan RTLH juga ngambil semen di sini waktu itu,” ungkap salah satu warga yang tinggal tak jauh dari titik proyek.

Sementara itu, pemilik toko material yang menyuplai kebutuhan proyek membenarkan bahwa ada pengiriman material untuk dua kegiatan berbeda, yakni rabat beton dan RTLH. Namun, ia belum bisa memberikan rincian karena nota pengiriman berada di toko. “Materialnya dikirim terpisah, tapi untuk jumlah pastinya saya belum bisa cek karena semua catatannya ada di toko. Saya masih di luar,” jelasnya melalui sambungan telepon. Sabtu, 14/06/2025

Untuk menelusuri lebih jauh, tim redaksi mencoba menghubungi Samsuri, Ketua Kelompok Masyarakat Al-Aqsho, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek. Namun hingga berita ini dinaikkan, yang bersangkutan belum dapat memberikan keterangan. “Mohon maaf, Pak Samsuri sedang bekerja. Mungkin nanti saya sampaikan,” tutur istrinya saat dihubungi.

Rachman

Related posts

Bupati empat lawang Joncik muhamad lantik sekda Fauzan Khoiri dan struktural lain nya

admin@lennus

Kelurahan Rempoa Adakan Kegiatan Pra Musrenbang Anggaran 2024,Semua Harus Lebih Transparan

admin@lennus

“MOELDOKO CENTER KEPAKAN SAYAPNYA DI DPD DKI JAKARTA”

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.