beritalennus.co.id Tangerang Selatan – Menjadi sebuah kebanggaan yang tak ternilai apabila, siapapun kita apabila mampu sekaligus bisa membawa nama baik sekolah dan asal daerah di mana sebagai pelajar kita menuntut ilmu.
Prestasi yang di raih,baik di bidang akademik terlebih di bidang non akademik seperti seni dan olahraga tentunya akan menjadi parameter sejauh mana jalur pembinaan serta pelatihan yang di berikan kepada siswa/siswi yang memiliki keahlian di cabang olahraga masing-masing.

Mungkin sudah saatnya pemerintah baik pusat dan daerah,membentuk sebuah organisasi yang setara seperti badan pembinaan prestasi pelajar di bawah kementrian pemuda dan olah raga yang bisa di gulirkan anggaran atau dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang di keluarkan oleh perusahaan yang ada di wilayah masing-masing.
Nantinya,siswa berprestasi akan bisa menjadi aset yang akan memberikan kontribusi positif di mulai dari level kabupaten/kota,propinsi sampai nasional,bahkan sampai jenjang internasional,dan sarana yang sudah di siapkan seperti lembaga/badan pembinaan prestasi nanti tinggal melanjutkan sesuai program,masukan tersebut seperti di sampaikan ‘Sujana,dan Sarnubi’ Pengurus kelompok kerja guru olahraga dari Kecamatan Pondok aren dan Ciputat Timur,Kota Tangerang selatan,Banten.
Mengambil sample,seperti di utarakan Sarnubi,guru Olahraga SD.Pisangan 1,salah satu anak didiknya Micayla Janeta Maharani,siswa kelas 5, september tahun 202 ini berhasil mewakili Prov.Banten dalam kejuaraan karate pelajar nasional (O2Sn) yang juga salahsatu dari ke 4 siswa asal Banten di cabang olahraga karate.

Berharap ke depan, penghargaan buat mereka yang sudah berprestasi di setiap cabang olahraga yang ada,tidak hanya terhenti karena kendala masalah pembiayaan,bisa saja kolaborasi dan kesepakatan antara Dindik,Dispora dan KONI sekakugus mungkin menyinggung pembicaraan di atas,menjadi solusi yang jitu,untuk tidak terputus di tengah jalan.Artinya Kota Tangsel pun bisa memiliki atlet pelajar berprestasi yang kita publik sama-sama tahu 5 tahun berturut-turut mempertahankan gelar juara umum Popda(Pekan Olahrga Pelajar Daerah) Banten,yang itu bukan pekerjaan yang mudah,..tuturnya
Terlepas dari persoalan prestasi,kedua senior guru olahraga Sujana dan Sarnubi, yang sudah banyak melintang di percaturan olahraga pelajar,khususnya di Tangerang raya dan Banten umumnya ini,mengharapkan adanya campur tangan Walikota Tangsel,juga Kadis pendidikan agar aspirasi seluruh guru olahraga sekolah dasar negeri yang ada,yang saat ini hanya sampai di tingkatan KKGO(Kelompok Kerja Guru Olahraga)kecamatan masing-masing,bisa terbentuk di tingkat Kota,untuk selanjutnya ada keterwakilan untuk pengawas guru olahraga,layaknya guru agama semisal yang per triwulan di temui dari pengawas Kementrian agama,dan pengawas administrasi umum untuk guru kelas yang ada saat ini,pungkas keduanya
(@doe_tgsel.bnt 1)
