Tulang Bawang Barat, Lampung – Diduga Anggaran Ketahanan Pangan yang ada di Tiyuh Indraloka Mukti, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, tidak sesuai dengan kenyataannya.
Dana yang dianggarkan dari ketahanan pangan yang ada ditiyuh indraloka mikti yang dibelanjakan untuk hewan ternak kambing sebanyak 85 ekor tidak sesuai dengan anggarannya yang dibelanjakan oleh sekertaris (muhtarom)dan Kepalou Tiyuh (kadek) diduga beda rupa beda juga harga.
Menurut keterangan pengelola hewan kambing tersebut saat medua konfirmasi mengenai harga,dia mengatakan per ekor nya diharga i(1.600.000) sampai (1.700.000) per ekornya unkap (putu) selaku pengelola hewan tersebut yang membelanjakan hewan kambing tersebut Sekdes dan Kepalou Tiyuh ujarnya.
Tapi menurut keterangan warga yang mengelola hewan ternak tersebut yang enggan disebutkan namanya,mereka mengatakan kalau hewan tersebut kisaran (800.000 sampai 1.000 000) mas per ekornya , tidak sampai kalau harga segitu ungkap mereka.
Kemudian tim mencari kepalou ,saat tim untuk mempertanyakan anggaran hewan ternak kambing tersebut,yang diarahkan oleh aparatur yaitu(putu)kalau nggak kami selaku tim disuruh menemui (muhtarom) selaku Sekdesnya tapi sangat disayangkan mereka tidak ada ditempat kediaman mereka.
Itulah hasil tim investigasi dilapangan diduga Kepalou Tiyuh dan Sekdes Tiyuh Indraloka Mukti mencari keuntungan yang sangat besar dari dana yang dianggarkan untuk ketahanan pangan yaitu hewan berupa kambing.
Kami meminta kepada inspektorat yang ada di kabupaten tulang bawanng barat agar dapat mengkroscek anggaran hewan kambing tersebut, agar tidak melanggar UU nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.
