Berita Daerah Ekonomi Global Hukum & Kriminal Politik Sosial

Proyek Paving Blok di Kampung daraham Diduga Asal Jadi, biasa Lemahnya Pengawasan

beritalennus.co.id Tangerang – Proyek pemeliharaan paving blok di Kampung daraham RT 005 RW 003 Desa Jambe Kecamatan jambe Kabupaten Tangerang, dengan nilai kontrak Rp99.797.000 dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2025, menuai sorotan publik. Pekerjaan yang seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat itu diduga dilaksanakan secara asal-asalan, mengabaikan standar teknis konstruksi serta prinsip keselamatan kerja.19/09/2025

Proyek dengan masa pelaksanaan 21 hari kalender yang dikerjakan oleh CV. CIPTA TEHKNIK PERKASA ini, di lapangan justru memperlihatkan indikasi pelanggaran mendasar. Hasil pantauan media dan LSM mendapati bahwa paving melainkan kualitas jelek tanpa pemadatan. Metode ini dinilai akan membuat hasil pekerjaan tidak bertahan lama serta berpotensi merugikan masyarakat sebagai pengguna.

Dalam wawancaranya dengan warga menegaskan bahwa proyek infrastruktur bukan hanya soal menyerap anggaran, melainkan juga menyangkut tanggung jawab moral dan profesionalitas.

Warga juga mengatakan Kalau paving jelek maka kualitasnya sangat diragukan. Hasilnya jelas tidak akan awet. Pada akhirnya masyarakatlah yang dirugikan karena uang rakyat dipakai untuk pekerjaan asal-asalan,”

Ia juga menyoroti aspek keselamatan kerja. Para pekerja di lapangan tampak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sehingga melanggar prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Menurutnya, hal ini mencerminkan lemahnya kepedulian kontraktor sekaligus minimnya pengawasan dari pemerintah.

Lebih jauh, sudah beberapa kali menemukan kasus serupa di wilayah Kecamatan jambe Fakta tersebut menunjukkan bahwa sistem pengawasan di tingkat kecamatan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kasus serupa sudah berulang kali terjadi di jambe Ini menunjukkan sistem pengawasan di tingkat kecamatan tidak berjalan efektif. Camat jambe saat ini, jajang SH seharusnya mengambil peran proaktif dalam pengawasan. Jika tidak, proyek asal-asalan seperti ini akan terus terjadi,” katanya. dan juga menekankan bahwa prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kualitas harus menjadi pijakan utama dalam setiap pembangunan daerah. Ia memastikan bahwa media akan terus melakukan pemantauan dan berkolaborasi dengan pihak media dan LSM untuk menyuarakan temuan ke publik demi mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor maupun pelaksana di lapangan belum memberikan keterangan resmi. Kami dari media dan LSM sudah mencoba hubungi pelaksana azis proyek lewat WA tapi pelaksana memilih bungkam dan tidak merespor
Reporter

Balon sejagat

Related posts

Toleransi Beragama di Tangerang Selatan: Mengatasi Tantangan dengan Peran Generasi Muda dan Media Sosial

admin@lennus

Diduga Juknis Anggaran dana BOS Untuk Pemeliharaan Prasarana Sekolah SMP 3 Gunung Agung Ada Penyimpangan

admin@lennus

MIRIS ! CARA SMP DHARMA SISWA PERMALUKAN MURID HINGGA ANAK TIDAK MAU SEKOLAH LAGI

admin@lennus

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.