beritalennus.co.id Palembang – Warga Lorong Hamidin, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang, mengeluhkan padamnya delapan titik lampu penerangan jalan umum (PJU) yang telah berlangsung kurang lebih selama dua tahun tanpa adanya perbaikan dari pihak terkait.
Menurut keterangan warga, laporan kerusakan PJU sudah berulang kali disampaikan kepada petugas PJU. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut perbaikan. Kondisi tersebut membuat jalan menjadi gelap pada malam hari dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Pada tahun 2023 lalu, warga sempat melakukan perbaikan secara swadaya, termasuk memperbaiki lampu jalan yang mati serta tiang PJU yang miring. Hal ini dilakukan karena setiap kali melapor, warga mengaku diminta memberikan uang tambahan kepada oknum petugas di lapangan.
Seiring kondisi ekonomi yang semakin sulit, warga kini memilih tidak lagi melaporkan apabila terdapat lampu jalan yang mati. Akibatnya, banyak titik PJU dibiarkan padam dalam waktu lama.
Kondisi serupa juga terjadi di sepanjang jalan dekat kediaman mantan Rektor PGRI Palembang, Drs. Syarwani Akhmad, MM. Karena sulitnya menghubungi petugas PJU, warga setempat akhirnya memasang lampu tambahan secara mandiri menggunakan kap lampu toko demi penerangan jalan.
Warga berharap, dengan berpindahnya pengelolaan PJU ke Dinas Perhubungan Kota Palembang, pelayanan penerangan jalan dapat menjadi lebih baik, transparan, dan responsif terhadap laporan masyarakat. Selain itu, warga juga berharap lampu jalan berwarna kuning yang masih digunakan saat ini dapat segera diganti dengan lampu LED putih agar penerangan lebih terang dan efisien.
kontributor:// lennus tim@palembang
