beritalennus.co.id Palembang Sumatera Selatan – Kantor yang sudah dua tahun terakhir ini (2020 s.d 2022) Badan Penelitian (BP) Aliansi Indonesia,juga markas Media Berita Lensa Nusantara Sumsel, Dirubuhkan dengan alat berat, Selasa, 24 Juli 2022 Aksi berutal dan main hakim sendiri pihak kecamatan Jakabaring beserta satuan pamong praja (PolPP) Kota Palembang Dan Ramil juga Kepolisian Palembang.
Secara sepontan dan tanpa adanya konfirmasi serta pemberitahuan kepada Koodinator BP Aliansi Indonesia (AI) Toad Wijaya, SH.Akibat penggusuran Kantor yang dulunya pernah Kantor Taman Kanak- Kanan (TK) berukuran 6 x 20 M ini rata dengan tanah, dengan menggunakan alat berat eksepator.

Toad Wijaya Korwil BP AI Sumsel selaku penanggung jawab sangat kecewa dan “berang” dan tidak terima atas perlakuan main hakim sendiri serta tidak manusiawi “Saya tidak ada surat pemberitahuan baik lisan maupun tertulis secarik kertas bahwa akan dibongkar kantor BP Aliansi Indonesia akan dirubuhkan” tandas Toad Wijaya, SH kepada sejumlah awak media meliput penggunaan rumah warga dan kantor Media Berita Lennus di tempat Kejadian Tempat Perkara (TKP) saya beserta staf,jajaran jurnalis Lennus Sumsel sangat menyesalkan aksi main hakim sendiri ini,ujar Toad sembari menggelengkan kepalanya.
Pokoknya saya beserta rekan BP AI dan jajaran jurnalis Lennus Sumsel,vakan melaporkan kejadian ke pihak kepolisian dan BP AI pusat, Bahwa kami tidak terima perlakuan sepihak ini, perbuatan tidak menyenangkan, Banyak arsip surat penting serta perabot kantor yang hilang, janji Toad yang juga didampingi Wakakorwil Tarmizi.

Ditempat terpisah sepekan sebelumnya Kaperwil Lennus Sumsel Drs Muzany Ilyasa saat wawancara dengan Walikota Palembang, H Harnojoyo, Juga didampingi Sekda kota Ratu Dewa, Camat Jakabaring Maulana serta lurah 15 Ulu.Membenarkan akan dibangun Kantor Camat Jakabaring di area belakang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berlokasi di Jln Pengeran Ratu “Saat ini lagi tahap dianggarkan APBD untuk membangun Kantor Camat” tandasnya.
Ketika disinggung ada 10 rumah warga di lokasi tersebut akan digusur Harnojoyo tidak komentar Hanya camat yang menjawabnya,benar akan digusur rumah tersebut. Ansori (50) salah satu warga yang terkena rumahnya penggusuran mengaku sangat kecewa, resah dan tidak manusiawi Karena warga yang bermukim sudah hampir 20 tahun tidak ada biaya untuk pindah rumah dari Pemkot Palembang.
(Tim)
